Thursday, July 09, 2020

Inseminasi Buatan Pada Unggas

Inseminasi Buatan (IB) pada unggas adalah teknik mengawinkan secara buatan dengan memasukkan sperma unggas jantan yang telah diencerkan dengan NaCl Fisiologis ke dalam saluran reproduksi unggas betina yang sedang berproduksi. IB dianjurkan dilakukan mulai jam 14.00, untuk menghindari terbuang semen karena terdorong telur yang dikeluarkan unggas (unggas akan bertelur sebagian besar paling lambat sebelum jam 12 siang) dan kerusakan spermatozoa karena sinar ultra violet. 

Untuk satu kali IB (dengan kualitas semen yang baik, yang berisi spermatozoa 100 juta), induk akan terus menerus menghasilkan telur fertil selama rata-rata 12 hari periode fertil. 

Frekuensi terbaik dalam melaksanakan IB dilaporkan adalah dengan interval 5 hari dengan menghasilkan daya tunas (fertilitas) 73,45 % dibandingkandengan interval 10 hari, 71,83 % dan 15 hari 57,43%. Namun untuk memudahkan dalam mengingat sebaiknya seminggu dilakukan dua kali.

Setelah dilakukan inseminasi buatan maka telur yang dapat digunakan sebagai telur tetas adalah telur-telur yang dihasilkan 2 hingga 7 hari setelah inseminasi.

Teknologi Inseminasi Buatan perlu dikembangkan ditingkat petani peternak dengan tujuan untuk menyediakan anak unggas umur sehari (DOC) dalam jumlah banyak, seragam dan memiliki kemampuan genetis yang baik untuk digunakan sebagai sumber penghasil telur ataupun daging. 


Berita terkait:




No comments:

Post a Comment