Langsung ke konten utama

Sabu-Sabu

Sabu-sabu atau crystal meth adalah obat terlarang yang sedang dikhawatirkan oleh peneliti kecanduan. Jika dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu lama, sabu-sabu bisa merusak organ tubuh, membunuh sel syaraf dan bisa berdampak kerusakan otak permanen. Dalam banyak kasus, pengguna kehilangan gigi, berat badan menurun drastis dan menua dengan cepat. "Kerusakan ini tidak bisa disembuhkan," kata peneliti kecanduan, Heino Stöver.

Sabu-sabu termasuk jenis amphetamine yang membuat penggunanya menjadi agresif. Bubuk sejernih kristal atau yang juga dikenal dengan nama Ice itu dipakai dengan cara dihisap dengan menggunakan alat bantu botol yang berisi air sebagai penyaring. Bahaya terbesar sabu-sabu adalah sifatnya yang mudah dan murah untuk diproduksi.

Sabu-sabu bersifat psikoaktif dan membuat tubuh manusia berfungsi maksimal dalam jangka waktu yang relatif lama. Setelah efeknya mereda, pengguna biasanya tetap tidak bisa tidur kendati mengalami kelelahan. Peneliti juga memastikan gangguan konsentrasi sebagai salah satu dampak setelah efeknya mereda.

Sabu-sabu pertama kali diproduksi untuk mengusir rasa lelah serdadu yang berperang di Perang Dunia II. Untuk alasan yang sama banyak orang kini mengkonsumsi sabu-sabu. Mereka ingin meningkatkan kinerja.

Sabu-sabu sering beredar di klub-klub malam atau konser musik. Konsumennya kebanyakan ingin berjoged selama mungkin. Selain itu sabu-sabu memiliki zat yang mampu meningkatkan daya seksual.

Di Indonesia penggunaan sabu-sabu kebanyakan berangkat dari alasan serupa. Sedikitnya tiga pilot Lion Air pernah ditangkap karena mengkonsumsi obat tersebut sejak 2011. Seorang di antaranya menerbangkan Boeing 737-800 yang akhirnya jatuh di Bali. Tahun 2012 silam seorang pilot Lion Air juga ditangkap setelah kedapatan mengantongi lebih dari 4 gram sabu-sabu. Ia juga mendapat hasil positif usai diuji oleh kepolisian.

Referensi: http://www.dw.com/id/crystal-meth-mengubah-manusia-menjadi-zombie/a-17758767

Komentar

  1. Masih Takut dengan Agen-Agen Bermasalah??

    Takut Menang Banyak dan Tidak Dibayar??

    Wbopoker Solusinya karena Kami adalah Agen Poker Terpercaya dengan Mutu Terbaik tidak seperti Poker Lainnya.

    Kami Menjamin 100% Aman bersama kami. Withdraw sebesar apapun pasti akan di proses.

    Wbopoker.com Juga menyediakan 6 GAME dalam 1 Web dan hanya dengan 1 ID, anda sudah bisa memainkan semuanya.

    Game Tersedia :
    - POKER
    - DOMINO
    - BANDAR CEME
    - CAPSA
    - CEME KELILING
    - LIVE POKER

    Kelebihan :
    - BONUS TURNOVER MINGGUAN
    - BONUS REFERAL 10% SEUMUR HIDUP!!
    - MIN DEPO IDR 10.000 dan Proses cepat 1 menit.
    - MIN WITHDRAW IDR 20.000 !!!!
    - Bisa dimainkan di Smartphone Versi Android dan Iphone.
    - Semua Permainan RANDOM dan 100% Tanpa ROBOT.
    Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :

    BBM : E3D5FBF
    WA : +62822-2628-4429

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Hukum Acara Perdata Indonesia

Diskusi 1 Mata Kuliah Hukum Acara Perdata
Hukum acara perdata yang berlaku saat ini sudah digunakan sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda. Sejarah hukum acara perdata ini didasari dengan beslit dari Gubernur Jenderal Jan Jacob Rochussen pada tanggal 5 Desember 1846 Nomor 3, yang menugaskan Mr. H.L. Wichers selaku Presiden hoogerechtshoff (ketua pengadilan tertinggi di Indonesia pada zaman Hindia Belanda di Batavia) untuk merancang sebuah reglemen tentang administrasi polisi dan acara perdata serta acara pidana bagi pengadilan yang diperuntukkan bagi golongan bumuputra.
Setelah rancangan reglemen dan penjelasannya rampung, pada tanggal 6 Agustus 1847 rancangan tersebut disampaikan kepada Gubernur Jenderal Jan Jacob Rochussen, selanjutnya gubernur jenderal mengajukan beberapa keberatan. Setelah dilakukan perubahan dan penyempurnaan, baik isi maupun susunan dan redaksinya sehingga dapat diterima oleh Gubernur Jenderal Jan Jacob Rochussen, kemudian diumumkan dengan publikasi pada tangg…

Perbedaan Antara Penyelidik dan Penyidik

Diskusi 1 Mata Kuliah Hukum Acara Pidana
Berikut ini akan saya coba jelaskan perbedaan antara penyelidik dan penyidik:
Menurut KUHAP, penyelidik hanya dijabat oleh pejabat polisi negara Republik Indonesia, sementara penyidik, selain dijabat oleh pejabat polisi negara Republik Indonesia, dapat juga dijabat oleh pejabat pegawai negeri sipil tertentu.
Penyelidik bertindak untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan. Sementara penyidik bertindak setelah jelas tindak pidananya, yaitu untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.
Wewenang penyelidik: menerima laporan atau pengaduan dari seorang tentang adanya tindak pidana;mencari keterangan dan barang bukti;menyuruh berhenti seorang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri; Wewenang penyidik: melakukan penangkapan, penahanan, peng…






Powered by Dunia Kontraktor