Persyaratan Personil Inti Untuk Badan Usaha Kualifikasi Kecil

Sertifikat Badan Usaha atau SBU adalah sertifikat tanda bukti pengakuan formal atas tingkat / kedalaman kompetensi dan kemampuan usaha dengan ketetapan klasifikasi dan kualifikasi Badan Usaha. SBU diterbitkan oleh LPJK dan memuat klasifikasi, kualifikasi, data administrasi, pengurus, keuangan, personalia dan pengalaman.

Penggolongan kualifikasi usaha jasa pelaksana konstruksi didasarkan pada kriteria tingkat/kedalaman kompetensi dan potensi kemampuan usaha, yang selanjutnya dibagi menurut kemampuan melaksanakan pekerjaan berdasarkan kriteria risiko, dan/atau kriteria penggunaan teknologi, dan/atau kriteria besaran biaya, dapat dibagi jenjang kompetensinya dalam Gred sebagai berikut:

a. kualifikasi usaha besar (usaha non kecil) berupa :

• Gred 7
• Gred 6
• Gred 5

b. kualifikasi usaha kecil, berupa :

• Gred 4
• Gred 3
• Gred 2
• Gred 1 (usaha orang perseorangan)

Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 2, Gred 3, dan Gred 4 dapat melaksanakan pekerjaan konstruksi dengan kriteria risiko kecil, berteknologi sederhana, dan berbiaya kecil. (Pasal 12 Peraturan LPJK Nomor: 02 Tahun 2011)

Kriteria risiko kecil, berteknologi sederhana, dan berbiaya kecil yang ditetapkan dalam peraturan LPJK, pada dasarnya telah ditentukan dalam PP Nomor 92 Tahun 2010 Tentang Perubahan Kedua Atas PP Nomor 28 Tahun 2000 Tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi.

Pasal 10 ayat (2) huruf a PP Nomor 92 Tahun 2010 menyebutkan:

kriteria teknologi sederhana mencakup pekerjaan konstruksi yang menggunakan alat kerja sederhana dan tidak memerlukan tenaga ahli.

Berdasarkan ketentuan diatas maka dapat disimpulkan bahwa badan usaha dengan kualifikasi Gred 2, Gred 3, dan Gred 4 merupakan badan usaha kualifikasi kecil, dan hanya dapat melaksanakan pekerjaan konstruksi dengan teknologi sederhana, menggunakan alat kerja sederhana dan tidak memerlukan tenaga ahli.

Untuk Penanggung Jawab Teknik (PJT), Badan Usaha dengan kualifikasi Gred 2, Gred 3, dan Gred 4 hanya membutuhkan 1 (satu) orang yang berpengalaman dibidang jasa konstruksi, dengan sertifikat kerja tenaga terampil (SKT), minimal Tingkat III untuk Gred 2, Tingkat II untuk Gred 3 dan Tingkat I untuk Gred 4. PJT ini dapat dirangkap oleh Penanggung Jawab Badan Usaha (PJBU). PJBU adalah pimpinan badan usaha yang ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Badan Usaha. (Lapiran 2 Peraturan LPJK Nomor: 02 Tahun 2011)

Untuk jenjang pendidikan, persyaratan dari LPJK untuk mendapatkan sertifikat kerja tenaga terampil (SKT) jenjang pendidikannya cukup setingkat SLTA.

Personil Inti

Personil inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan.

Pasal 9 ayat (4) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi menyebutkan:

Tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan keteknikan yang bekerja pada pelaksana konstruksi harus memiliki sertifikat keterampilan dan keahlian kerja.

Berdasarkan ketentuan diatas maka persyaratan personil inti yang boleh diminta pada saat pelaksanaan pelelangan untuk pekerjaan konstruksi kualifikasi kecil, hanya sebatas tenaga teknik yang bersertifikat kerja tenaga terampil (SKT), dengan jenjang pendidikan setingkat SLTA.

Log in | Design by Varidati