Mantan Rektor Unsyiah Diduga Korupsi Beasiswa Rp 7 Milyar

Prof. Dr. H. Darni M. Daud, MA

BANDA ACEH - Mantan Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Darussalam, Banda Aceh, Darni M Daud diduga mengkorupsi dana beasiswa bantuan Pemerintah Aceh sekitar Rp7 miliar lebih atau Rp7.301.506.500.

Darni M Daud adalah mantan Rektor Unsyiah periode lalu. Jabatannya berakhir pada 2 Januari 2012 setelah diberhentikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh.

Pasalnya beberapa waktu lalu Darni mendaftar sebagai calon Gubernur Aceh pada Pemilu Kada 9 April 2012.

Jumlah penggelapan itu sebagian dari dana bantuan beasiswa untuk program JPD tahun 2009/2012, beasiswa guru daerah terpencil (Gurdacil) 2011/2012, dan beasiswa program S3 Dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah tahun 2010/2011.

Misalnya dana bantuan Pemerintah Aceh untuk beasiswa JPD tahun 2009/2012 sebesar Rp10.286.647.000. Hanya Rp6.606.090.500 yang dicairkan Darni Daud ke rekening mahasiswa penerima dan Rp2.842.000.000 sisanya masih mengendap.

Lalu dana beasiswa untuk pendidikan guru daerah terpencil. Dari jumlah Rp5.031.500.000 hanya Rp2.189.500.000 sudah dicairkan kepada penerima. Sebanyak Rp2.842.000.000 belum direalisasi atau masih berada pada Darni.

Kemudian, dana bea siswa untuk program S3 dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah. Dari jumlah Rp1.378.950.000, hanya Rp1.146.000.000 sudah dicairkan ke penerima. Adapun Rp232.950.000 lagi masih ditahan Darni M Daud.

Bocoran informasi diperoleh Media Indonesia pada Jumat (29/6) dari Inspektorat Provinsi Aceh yang menyebutkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap dana tersebut. Hasilnya ditemukan kerugian negara sebesar Rp7 miliar lebih atau Rp7.301.506.500.

Untuk itu pihak Inspektorat meminta tanggung jawab Unsyiah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Ketika batas waktu berakhir, kami tetap meminta tanggung jawab pihak Unsyiah. Bila perlu menempuh jalur hukum. Karena itu merugikan negara,” kata seorang tim pemeriksaan dari Inspektorat Provinsi Aceh.

Pejabat Rektor Universitas Syiah Kuala Samsul Rizal kepada Media Indonesia mengatakan telah tiga kali menyurati mantan Rektor Darni M Daud terkait dana tersebut. Hasilnya sebanyak Rp1,9 miliar telah dilunasi pada 14 Mei 2012. Masih tersisa Rp5.401.506.500. (MR/OL-5)

Log in | Design by Varidati