Pada Tender E-Proc, Jaminan Penawaran Asli Tidak Perlu Disampaikan

Pada tender elektronik (E-Procurement), Pokja ULP tidak boleh menggugurkan dokumen penawaran peserta lelang karena alasan penyedia tidak menyampaikan surat jaminan penawaran asli. Untuk yang demikian, Pokja ULP harus melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada penerbit jaminan.

Jika hasil konfirmasi, penerbit jaminan (perusahaan asuransi atau bank) menyatakan bahwa jaminan tersebut tetap dapat dicairkan meskipun tanpa setifikat jaminan yang asli maka dokumen penawarannya tetap sah dan tidak boleh digugurkan. Jika penerbit jaminan menyatakan bahwa jaminan penawaran yang berupa softcopy tsb tidak dapat diklaim (tidak dapat dicairkan) maka dokumen penawaran yang demikian akan digugurkan. Hal itu ditegaskan dalam Perka LKPP Nomor 1 Tahun 2011 Tentang E-Tendering.

Angka romawi VII poin 3 Lampiran Perka LKPP Nomor 1 Tahun 2011 Tentang E-Tendering menyebutkan:

Surat Jaminan Penawaran

a. Surat jaminan dapat disampaikan berupa softcopy dan dimasukkan pada dokumen penawaran.

b. ULP dapat meminta penyedia barang/jasa untuk menyampaikan surat jaminan asli dari bank perusahaan penjaminan atau asuransi, dan contoh produk kepada LPSE atau tempat lain yang ditentukan oleh ULP.

c. Dalam hal penyedia barang/jasa hanya mengirimkan softcopy jaminan penawaran dan tidak mengirimkan jaminan penawaran asli sebagaimana dimaksud huruf b, penyedia barang/jasa tersebut tidak dapat digugurkan dalam tahap evaluasi administrasi jika hasil konfirmasi kepada penerbit jaminan menyatakan bahwa jaminan tersebut dapat dicairkan.

Didukung Oleh :

 

Log in | Design by Varidati