Contoh Format HPS Pengadaan Barang

Penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS)

1. HPS merupakan total harga yang diperkirakan cukup untuk membiayai pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam pengadaan barang/jasa, dan ditetapkan oleh PPK, kecuali untuk Kontes/Sayembara.

2. ULP/PP mengumumkan nilai total HPS berdasarkan HPS yang ditetapkan oleh PPK.

3. Nilai total HPS bersifat terbuka dan tidak rahasia.

4. Nilai total HPS sebagaimana tersebut di atas adalah hasil perhitungan seluruh volume pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan keuntungan.

5. HPS disusun paling lama 28 (dua puluh delapan) hari kerja sebelum batas akhir pemasukan penawaran.

6. Dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa, ULP/PP menggunakan HPS sebagai:

a. Alat untuk menilai kewajaran harga penawaran termasuk rinciannya;

b. Dasar untuk menetapkan batas tertinggi penawaran yang sah untuk Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dan Pengadaan Jasa Konsultansi yang menggunakan metode evaluasi Pagu Anggaran;

c. Dasar untuk menetapkan besaran nilai Jaminan Pelaksanaan bagi penawaran yang nilainya lebih rendah dari 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS.

Komponen Biaya Dalam Penyusunan HPS untuk Pengadaan Barang

HPS untuk Pengadaan Barang yang terdiri dari beberapa unsur/komponen biaya, meliputi:

1) Biaya untuk barang yang akan diadakan;

2) Biaya untuk pemasangan (termasuk untuk komponen peralatan yang digunakan);

3) Biaya untuk transportasi, termasuk untuk transportasi lokal dan pemindahan barang (apabila diperlukan);

4) Biaya untuk asuransi barang dan tenaga kerja yang diperlukan;

5) Biaya untuk pelatihan cara pengoperasian/penggunaan dan cara pemeliharaan (apabila diperlukan);

6) Biaya untuk pajak yang wajib dibayar/yang menjadi tanggungannya (PPn);

Berikut ini contoh format HPS Pengadaan Barang:

format HPS

Sumber: Lampiran Perka LKPP No 12 Tahun 2011 Tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Log in | Design by Varidati